judi online Maxbet sbobet mobile, sbobet wap Sbobet,Judi Poker,Agen Bola,Judi Bola,Agen Sbobet

Agen Bola Langkah PSSI Hindari Flare Dan Kembang Api

Category: Berita Bolaberita sepak bola

Langkah PSSI Hindari Flare Dan Kembang Api

Langkah PSSI Hindari Flare Dan Kembang Api

Agen Bola – Ada pemandangan menarik saat pertandingan Indonesia melawan Laos tanggal  Oktober kemarin dalam ajang prakualifikasi Piala Asia U-19. Saat itu tampak banyak pemuda yang memakai kaos abu-abu terlihat berjaga-jaga di beberapa pintu masuk Stadion Gelora Bung Karno. Bahkan ada beberapa dari mereka yang berjenis kelamin wanita memberikan selebaran dan stiker kepada para penonton. Di kaos yang mereka pakai tampak tulisan berisi pesan yang berisi ‘No Flare No Fireworks No Banned’. Tulisan yang sama juga tertera di selebaran dan stiker yang mereka bagikan. Siapa mereka?

Mereka adalah para relawan yang direkrut oleh PSSI sebagai langkah antisipasi terkait maraknya penggunaan flare dan kembang api di laga tim nasional Indonesia. Mereka direkrut selama perhelatan Prakualifikasi Piala Asia 2013 yang berlangsung dari tanggal 8 sampai 12 Oktober. Sebagian dari mereka adalah mahasiswa yang berdomisili di Jakarta. Salah satu relawan, Yoga Rama Sukmawan yang berusia 25 tahun menerangkan peran mereka adalah memberikan kesadaran kepada para penonton untuk tidak menyalakan flare dan kembang api saat pertandinga berjalan. Pemuda yang berdomisili di Kelapa gading ini secara pribadi juga menyayangkan sikap penonton Indonesia yang tidak mematuhi peraturan terkait flare dan kembang api yang berujung jatuhnya sanksi untuk Indonesia.

Seperti yang diketahui karena sikap penonton Indonesia yang menyalakan kembang api dan flare di kualifikasi Piala Asia yang dilakukan di Riau pada bulan Juli 2012 lalu, FIFA dan AFC memberi sanksi berupa laga tanpa kejadiran penonton untuk dua laga tim nasional Indonesia senior di ajang kualifikasi Piala Asia. Selain itu FIFA dan AFC juga mendenda PSSI ribuan dolar. Ketua panitia Pelaksana Kualifikasi Piala Asia U-19, Tigor Shalomboy mengkonfirmasi Persatuan Sepakbola Seluruh Indonedia atau PSSI merekrut 350 orang mahasiswa untuk menjadi relawan. Mereka memang secara khusus ditugaskan melakukan kampanye pelarangan penggunaan kembang api dan flare di laga internasional. Ini agar Indonesia tidak lagi dijatuhi sanksi yang merugikan untuk Indonesia sendiri.

Walaupun sudah merekrut 350 orang relawan, Tigor berencana akan menambah jumlah mereka karena saat laga kedua dan ketiga melawan Filipina dan Korea Selatan, jumlah penonton akan bertambah banyak sehingga dibutuhkan lebih banyak relawan untuk membagikan pamflet, striker dan melakukan komunikasi kepada para penonton terkait pelarangan flare dan kembang api. Langkah PSSI untuk menghindari adanya penonton yang menyalakan flare dan kembang api juga dengan mengerahkan 500 orang personel keamanan yang secara khusu melakukan pemeriksaan kepada para penonton yang akan memasuki area stadion. Pemeriksaan ini untuk mencegah adanya barang-barang terlarang yang masuk ke dalam area stadion. Agen Bola