judi online Maxbet sbobet mobile, sbobet wap Sbobet,Judi Poker,Agen Bola,Judi Bola,Agen Sbobet

Bisa Lebih Hebat Dari 1990 Kamerun?

Category: Berita Bolaberita sepak bola

Bisa Lebih Hebat Dari 1990 Kamerun?Bisa Lebih Hebat Dari 1990 Kamerun? – Roger Milla dengan tarian perutnya sangat menghibur dunia tepat sebelum dekade 90-an berlangsung. Kala itu dia menjadi berita karena setiap mencetak gol selalu melakukan tarian perut. Kemudian, ketika Piala Dunia tahun 1990, banyak yang mengganggap Milla dengan tim nasional Kamerun sekali lagi hanya akan menjadi penggembira. Tetapi, dunia salah. Milla justru semakin menggila dan bahkan bukan hanya tarian perut yang dia tampilkan tetapi juga bagai mana dia menari membawa bola mengangkangi para lawan yang terdiri dari para pemain top yang berlaga di Eropa. Padahal Milla saat itu masih bermain untuk klub sepak bola di Kamerun, An Najmu.

Kamerun mencapai puncak penampilan memang di Piala Dunia 1990 tersebut setelah setahun sebelumnya menjadi Juara Piala Afrika. Di Piala Dunia 1990, yang dilangsungkan di Italia tersebut, Kamerun berhasil memecahkan rekor penampilan terjauh untuk tim dari Benua Afrika yakni melaju sampai perempat final. Prestasi tersebut menyamai prestasi wakil Asia pada Piala Dunia 1974 ketika Korea Utara berhasil melaju ke Perempat Final. Prestasi Kamerun itu belum pernah dicapai oleh tim Afrika lain sampai akhirnya tim nasional Ghana 20 tahun kemudian, di Piala Dunia 2010 di Afrika Selatan akhirnya berhak mencapai ke perempat final, bahkan Ghana berpeluang melaju sampai semi finanl andai kata mereka tidak kalah kontroversial dari Uruguay.

Kamerun memang pada Piala Dunia 2010 bahkan tidak bisa lolos dari fase grup. Boleh dibilang Kamerun yang berada di grup A piala Dunia 2014 adalah tim dari Afrika yang paling tidak diharapkan untuk lolos ke Babak 16 Besar dari semua tim Afrika yang tampil di Putaran Final Piala Dunia 2014, Brazil. Kamerun gagal untuk lolos kualifikasi Piala Afrika selama dua kali kejuaraan secara beruntun. Hal ini tentu saja semakin membuat kepercayaan diri skuad Bintang dan Bola tersebut semakin menurun. Apalagi kemudian Kamerun mulai ditinggalkan para pemain bintangnya yang mulai menua dan sudah tidak sejaya dulu.

Apalagi kemudian mulai muncul isu tidak sedap di dalam tubuh tim yakni para pemain tidak boleh mengumpan kepada pemain andalan sekaligus kapten tim nasional Kamerun, Samuel Eto’o. Sebuah efek akibat dari terlalu bergantungnya Kamerun kepada pemain klub Chelsea tersebut. Kamerun dengan demikian memang bukan sebuah skuad tim yang utuh. Dan biasanya sebuah tim yang dilanda permasalahan internal tidak akan terlalu bertahan lama di Piala Dunia. Bisa saja menjadi seperti Prancis di Piala Dunia 2010 atau bahkan Belanda di Piala Dunia 1994 yang pada akhirnya para pemain bermasalah dengan pelatihnya masing-masing yang membuat mereka harus angkat kopor terlebih dahulu dari para pemain lain. Kamerun diprediksi hanya menjadi ladang pendulang angka bagi tim lain.